bLink

Tuesday, December 24, 2013

Cewe Cantik VS Cewe Asyik part1
















jreng jreng jreng .. akhirnya ane punya kesempatan maning bwt tik mengetik setelah sekian lama berkecimfung dg ksibukan yg gak fenting2 amat  (hwahahaa)

Okey, inspirasi ape yg nak ketik kale ne  ?? mmmm..Tunggu sebentar. . . .


Hmm.Jreng!!  Tentang cewe cantik vs cewe asyik. Jadi begini ceritanya.. *Clingclingclingclingcling*..

Cewe oh cewe.. Kenapa ya cewe slalu menjadi kejaran para cowo? yaa cowo mana gitu yg engga doyan sama cewe.. Smua cowo pasti doyan donk..kcuali cowo taman lawang wekekekeke.. Ato cowo yg uda dipotong abiz itunya ! (apanya? Hust jgn diomongin xD). Yap secara normal, cewe adalah fitrah cowo sebagai TEMAN seHIDUP yang ga se mati.. Cowo n Cewe adalah suatu belahan jiwa..bagaikan sangkar yang hanya diciptakan untuk isinya aja.. bagaikan lubang buaya dengan buayanya (kcuali yg ga normal pasti buaya sm buaya kkkkk :D)  saling mencaplok :))  

so pastinya diantara cowo and cewe ada keterikatan secara naluriah bahwa cowo cuman bisa mekinglop(baca: membuat cinta) ama cewe..yaa dunk pasti km juga uda ngerti walaupun meski tanpa dikandani mbokmu pun km tau akan hal itu kan? Bahkan ketika km masih jadi adek-adek unyu umbelen lugu polos bin ngompolan pun kamu juga udah tau bahkan sudah muncul diantara kalian berdua cemistri (baca:chemistry) (opo iku?) yoiku semacem vibrator geter-geter yg terasa diantara kalian berdua yg bikin berbungah-bungah yg pada saat itu akrab disebut dengan cinta monyet hha iya kan? (Jgn jwb iya kalo iya brati km... m*ny*t :p)

Nah ngomongin soal manusia yg berjenis awewek(gombel) ne ada banyak jenis ato tipe-tipe tertentu yg suka jadi idaman para awowok. Secara umum, awewek yang ber tipe cantik menjadi idaman peringkat teratas dalam survey di sluruh dunia. Karna setiap ada cewe cantik pasti disitu ada para bajul(baca:cowo) yang melirik-lirik dan siap mencaplokk (kkkkkkkkkkk).

Cantik?! Cantik tu yg sepeti apa cih kk?

Bgini adik.., ukuran cantik itu relatif, tiap orang berbeda-beda dalam menjudge soal kecantikan seseorang sehingga kecantikan itu tak bisa diukur dan ditimbang secara mutlak. lain halnya dengan imut(ireng mutlak) kalo itu ya emank bener-bener mutlak ireng koyodene areng (hwahahaa) upst! No rasis yaa :D

Meskipun ukurannya relatif bagi setiap orang tapi cantik itu juga bisa juga diukur dari pendapatnya banyak orang lho.. yaa kira-kira bisa diukur dari pendapatnya sejuta org keatas lah..jadi klo misalnya nih ada lima juta orang yang bilang dikau cantik, so bisa jadi  km emank bener-bener makluk Tuhan yang tercipta yang bertipe cantik, tapi klo cuman pakmu and mbokmu aja yg bilang km cantik.. waduuhhh.. maap yaa itu belum cukup membuktikan vonis kecantikan buat km.. karna biasanya itu cuma bwt kata2 hiburan aja bwt km byar supaya km ga bunuh diri gitu hempt!justkid :p tapi TETAPLAH BERSYUKUR yaa jika misalnya saja pendapatnya dari lima juta orang itu engga bilang km cantik tapi malah bilang sebaliknya (wkwkwk). #LoL #BukanRasisme :P

Nah kira-kira begitulah sekilas tentang ukuran kecantikan seseorang. Cantik adalah hal-hal yang menggambarkan TENTANG KEINDAHAN, tentunya ga perlu dijelasin lagi dunk soal hal-hal indah..karna pasti smua sudah tau karna dari sononya sudah terbenam di otak kita kalo hal-hal indah itu mempunyai daya tarik yang memukau.. dimana ngeliatnya aja udah bikin seneng..apalagi memilikinya..lebih lagi mengelus-elusnya..(maksudnya mengelus-elusnya pake kemoceng gitu byar ga berdebu..kan sayang langka dan berharga gitu loooh :P)
 
Nah selain dari tipe cantik ada juga banyak awewek tipe-tipe  lainnya  (versi guwe) sepeti:

Tipe Galak yaitu awewek yg kek para pemeran antagonis di sinetron

Tipe Jutek yaitu awewek yg kek para pemeran pembantu antagonis di sinetron

Tipe Polos yaitu awewek yg biasanya suka menderita n  slalu dianiaya di sinetron hhaa

Tipe Seram yaitu awewek yg kek para pemeran di pilm-pilm hororrr

Tipe Baik yaitu awewek yg kek ibu peri(semriwing..semriwing..semriwiiiinng) yg baek hati suka menolong

Tipe Matre yaitu awewek yg katanya sih matanya tuh suka ngeliat warna ijo tp kyanya sih lebih suka ama yg warna merah..kan?kan? kkkkkkkkkkk :p    

Tipe Jaim yaitu awewek yg suka cueg-cueg  ky bebeg (padahal sih sbenernya malah ky kuceng malu2 meooong :p)

Tipe Narjis yaitu awewek yg sering uplod poto di pesbuk n sering berkata dalam hatinya busyeeett gw cantik bgttt..ya kan? :D

Tipe Kesepian yaitu awewek yg sering update status di pesbuk (n sering mantengin pesbuk sambil nunggu ada yg komen ga yaa?? Hari ini pendapatan jempolku berapa yaaa wkkkkkk ngakulohh??! :p)

Tipe Lain-Lain yaitu awewek yg selain dari yang kusebutkan di atas :D



Nahhh diantara berbagai tipe-tipe awewek diatas tu ada satu tipe yang menurut surpey nih juga menjadi idaman para awowok WoW siapakah dia...?? yak betull dialah awewek bertipe ASYIK.

Mo tauk speti apa?? And begimane jika awewek bertipe cantik di head-to-head dengan awewek bertipe asyik ?? sapakah yg lebih unggul ?? nantikan kelanjutannya setelah pesan-pesan berikut ini... pesan: bersambung di part II *wiskeselsingngetik*

Saturday, July 13, 2013

Sepenggal Romantisme Rasulullah SAW ^^




Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota  Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada  Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya  Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah.  Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW  dirumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk  Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut

Tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian .minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis.  Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia
buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf
kepada Rasulullah.

Kisah Rasulullah SAW dan Uang 8 Dirham




Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru.

 Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."

Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."

Kisah Ahlak Rasulullah SAW terhadap binatang

Sebuah Kisah kasih sayang Rasulullah SAW terhadap Binatang bahwa ketika itu musim yang sangat dingin sekali sehingga Rasulullah SAW begitu masuk kedalam rumah langsung masuk ke dalam selimut bersama istri tercinta sayyidatuna Aisyah ra, karena sederhananya Rasulullah SAW hingga selimut yang selayaknya satu orang di gunakan berdua.

Saat itu Sayyidah aisyah ra telah menyiapkan roti dari gandum yang ditutup untuk suami tercinta, lalu tiba-tiba seekor kambing tetangga masuk ke dalam rumah Rasulullah SAW dan makan makanan yang sedianya untuk Rasulullah SAW, segera Sayyidah Aisyah ra bangkit akan menghalau kambing yang akan memakannya, (jika rumah kita kemasukan hewan dan memakan makanan maka akan kita lempar keluar , atau lempar dengan batu agar hewan tersebut keluar dari rumah kita) maka berkatalah Rasulullah SAW : “Biarkanlah ia memakan terlebih dahulu (maksudnya menyelesaikan makannya), Kelak jika ada sisa nya aku akan memakanya …."
 (oleh Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya Adabul Mufrad)
“Jika ada sisanya..” ,indahnya akhlak Sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam T_T
-------------------------------------
Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Setiap  Nabi akan menerima tamu di rumah, baginda selalu mengendong Mueeza dan diletakkan di atas pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi sukai ialah, Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan seolah-olah ngiaunya seperti mengikuti laungan azan. Nabi juga berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu haiwan kesayangannya itu yg sedang terlelap tidur, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebgai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan munggil kucing itu.
-------------------------------------Jika binatang saja begitu dimuliakan apalagi manusia...!  indahnya akhlak Sayyidina Muhammad Shalallahu alaihi wasallam T_T

Kisah Sayidina Ali,RA dan Org Tua Yahudi







Dini hari itu Ali bin ABi Thalib bergegas bangun untuk mengerjakan shalat Subuh berjamaah di masjid bersama Rasulullah. Rasulullah tentulah sudah berada di sana. Rasanya, hampir tidak pernah Rasulullah keduluan orang lain dalam berbuat kebaikan. Tidak ada yang istimewa karena memang itulah aktivitas yang sempurna untuk memulai hari, dan bertahun-tahun lamanya Ali bin Abi Thalib sudah sangat terbiasa.


Langit masih gelap, cuaca masihlah dingin, dan jalanan masih pula diselimuti kabut pagi yang turun bersama embun. Ali melangkahkan kakinya menuju masjid. Dari kejauhan, lamat-lamat sudah terdengar suara Bilal memanggil-manggil dengan adzannya yang berkumandang merdu ke segenap penjuru Kota Madinah.Namun belumlah begitu banyak melangkah, di jalan menuju masjid, di hadapannya ada sesosok orang. Ali mengenalinya sebagai seorang kakek tua yang beragama Yahudi. Kakek tua itu melangkahkan kakinya teramat pelan sekali. Itu mungkin karena usianya yang telah lanjut. Tampak sekali ia sangat berhati-hati menyusuri jalan.


Ali sebenarnya sangat tergesa-gesa. Ia tidak ingin tertinggal mengerjakan shalat tahyatul masjid dan qabliyah Subuh sebelum melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama Rasulullah dan para sahabat lainnya.
Ali paham benar bahwa Rasulullah mengajarkan supaya setiap umat muslim menghormati orang tua. Siapapun itu dan apapun agamanya. Maka, Ali pun terpaksa berjalan di belakang kakek itu. Tapi apa daya, si kakek berjalan amat lamban, dan karena itu pulalah langkah Ali jadi melambat. Kakek itu lemah sekali, dan Ali tidak sampai hati untuk mendahuluinya. Ia khawatir kalau-kalau kakek Yahudi itu terjatuh atau kena celaka.
Setelah sekian lamanya berjalan, akhirnya waktu mendekati masjid, langit sudah mulai terang. Kakek itu melanjutkan perjalanannya, melewati masjid.
Ketika memasuki masjid, Ali menyangka shalat Subuh berjamaah sudah usai. Ia bergegas. Ali terkejut sekaligus gembira, Rasulullah dan para sahabat masih rukuk pada rakaat yang kedua. Berarti Ali masih punya kesempatan untuk memperoleh shalat berjamaah. Jika masih bisa menjalankan rukuk bersama, berarti ia masih mendapat satu rakaat shalat berjamaah.


Sesudah Rasulullah mengakhiri shalatnya dengan salam, Umar bin Khattab memberanikan diri untuk bertanya. “Wahai Rasulullah, mengapa hari ini shalat Subuhmu tidak seperti biasanya? Ada apakah gerangan?”


Rasulullah balik bertanya, “Kenapakah, ya Umar? Apa yang berbeda?”
“Kurasa sangat lain, ya Rasulullah. Biasanya engaku rukuk dalam rakaat yang kedua tidak sepanjang pagi ini. Tapi tadi itu engkau rukuk lama sekali. Kenapa?”


Rasulullah menjawab, “Aku juga tidak tahu. Hanya tadi, pada saat aku sedang rukuk dalam rakaat yang kedua, Malaikat Jibril tiba-tiba saja turun lalu menekan punggungku sehingga aku tidak dapat bangun iktidal. Dan itu berlangsung lama, seperti yang kau ketahui juga.”


Umar makin heran. “Mengapa Jibril berbuat seperti itu, ya Rasulullah?”


Nabi berkata, “Aku juga belum tahu. Jibril belum menceritakannya kepadaku.”


Dengan perkenaan Allah, beberapa waktu kemudian Malaikat Jibril pun turun. Ia berkata kepada Nabi saw., “Muhammad, aku tadi diperintahkan oleh Allah untuk menekan punggungmu dalam rakaat yang kedua. Sengaja agar Ali mendapatkan kesempatan shalat berjamaah denganmu, karena Allah sangat suka kepadanya bahwa ia telah menjalani ajaran agamaNya secara bertanggung jawab. Ali menghormati seorang kakek tua Yahudi. Dari pegnhormatannya itu sampai ia terpaksa berjalan pelan sekali karena kakek itupun berjalan pelan pula. Jika punggungmu tidak kutekan tadi, pasti Ali akan terlambat dan tidak akan memperoleh peluang untuk mengerjakan shalat Subuh berjamaah denganmu hari ini.”


Mendengar penjelasan Jibril itu, mengertilah kini Rasulullah. Beliau sangat menyukai perbuatan Ali karena apa yang dilakukannya itu tentunya menunjukkan betapa tinggi penghormatan umat Islam kepada orang lain. Satu hal lagi, Ali tidak pernah ingin bersengaja terlambat atau meninggalkan amalan shalat berjamaah. Rasulullah menjelaskan kabar itu kepada para sahabat.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini

Kisah Kanjeng Nabi SAW dan jeruk Limau


Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.
Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di’tewas’kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Thursday, July 11, 2013

Kisah Amir bin Fuhairah



Mundzir bin Amr menceritakan tentang kisah orang- orang utusan Nabi yang biasa mengajarkan Al-Qur'an dan Sunnah kepada kaumnya. Dalam kisah itu, ia menyebutkan bahwa Amir bin Thufail bertanya kepada Amr bin Umayyah, "Apakah engkau kenal rekan- rekanmu?"'Amr bin Umayyah menjawab, "Ya." Lalu Amir bin Thufail mengelilingi jenazah para syahid yang gugur dan menanyakan nasab mereka kepada Amr bin Umayyah, lalu bertanya, "Apakah kamu kehilangan salah scorang dari mereka?" Amr bin Umayyah menjawab,'Aku mencari budak Abu Bakar yang bernama Amir bin Fuhairah." Amir bin Thufail bertanya lagi, "Bagaimana perilakunya?" Amr bin Umayyah menjawab, "Ia orang yang paling baik di antara kami." Amir bin Thufail berkata, "Aku akan memberitahukan keadaan Amir bin Fuhairah. Ia tertusuk tombak di medan perang, lalu tombak itu lepas sendiri. Kemudian jenazahnya diangkat ke langit, hingga, demi Allah, aku tidak bisa melihatnya lagi. Yang membunuhnya adalah seorang laki-laki dari suku Kilab bernama Jabbar bin Salma. Ketika Jabbar berhasil menusuknya, ia mendengar Amir bin Fuhairah berkata, `Demi Allah, aku menang.' Lalu Mundzir, menemui Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi dan menceritakan kisah Amir bin Fuhairah. Mundzir masuk Islam setelah mengetahui kisah Amir bin Fuhairah yang jeenazahnya diangkat ke langit dan tiada satu orang pun yang seperti itu.

Dhahhak menulis hadis yang disandarkan kepada Rasulullah Saw. yang menyatakan bahwa para malaikat menguburkan jenazah Amir bin Fahirah dan menempatkan nya di surga yang tertinggi. (Riwayat Al Waqidi dari Mash'ab bin Tsabit dari Abdul Aswad dari `Urwah) Menurut riwayat Al-Baihaqi, jenazah Amir bin Fuhairah mungkin diangkat ke langit, diletakkan lagi ke bumi, lalu hilang, senada dengan riwayat Bukhari dari jalur `Urwah yang menyatakan bahwa jenazah Amir bin Fuhairah diangkat ke langit, kemudian diletakkan kembali ke bumi, dan sampai saat ini belum ditemukan.

 Orang-orang mengatakan bahwa malaikat telah menguburkannya. Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari `Urwah yang terhubung dengan `Aisyah dengan redaksi, "Setelah peperangan, aku melihat jenazah Amir bin Fuhairah terangkat ke atas, berada di antara langit dan bumi, sampai aku tidak bisa melihatnya lagi." Riwayat tersebut tidak menceritakan bahwa jenazahnya diturunkan kembali ke bumi, dan banyak riwayat yang menyatakan bahwa Amir bin Fuhairah dimakamkan di langit. Ibnu Sa'ad juga meriwayatkan dari Waqidi dari Muhammad bun 'Abdullah dari Al-Zuhri, dari `Urwah, dari Aisyah r.a. bahwa Amir bin Fuhairah naik ke atas langit, dan tidak dikctemukan jenazahnya. Orang-orang menceritakan bahwa malaikat telah menguburnya di langit.

Wednesday, July 10, 2013

Kisah Ala' bin Hadhrami




Dalam kitab Al Aghani li Abi al-Faraj al-Ashbahani, kisah Ala' bin Hadhrami diceritakan secara panjang lebar berdasarkan riwayat Muhammad bin Jarir. Munjab bin Rasyid (sahabat Rasulullah Saw) menuturkan kisah tersebut sebagai berikut, Abu Bakar mengutus Ala' bin Hadhrami dan pasukannya untuk memerangi orang-orang murtad di Bahrain. Orang-orang muslim yang tidak murtad menyusul pasukan Ala' sewaktu mereka, berjalan di padang terbuka. Ketika sampai di tengah-tengah padang itu, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada mereka. Ala' turun dari kendaraannya dan menyuruh pasukannya untuk turun.
Di tengah malam, unta-unta mereka lari ketakutan sampai tak tersisa satu pun, dengan membawa semua perbekalan dan tenda yang belum sempat mereka turunkan dari punggung unta-unta itu. Mereka tidak mengerti sekelompok hewan apa yang menyerang unta-unta itu, tetapi tidak menyerang diri mereka.

Mereka saling memperingatkan untuk tetap waspada, lalu pemberi aba-aba menyuruh mereka berkumpul. Ala' kemudian berkata, "Apa yang telah menyerang dan mengalahkan kalian?" Orang-orang mengadu kepadanya, "Kita terjebak di tengah-tengah padang pasir tanpa air. Jika kita di sini sampai besok meskipun matahari tidak menyengat, maka kita hanya pulang tinggal nama." Ala' berkata, "Jangan takut! Bukankah kalian orang-orang muslim? Bukankah kalian berjuang di jalan Allah! Bukankah kalian penolong-penolong agama Allah?" Mereka menjawab, "Ya." Ala' berkata lagi, "Bergembiralah! Demi Allah, Allah Yang Maha Suci dan Maha Luhur tidak akan menelantarkan kalian dalam kondisi seperti ini."

Seorang muazin kemudian mengumandangkan azan shalat subuh ketika fajar terbit. Ala' shalat bersama pasukannya. Sebagian dari mereka bersuci dengan tayammum, dan sebagian lagi masih dalam keadaan suci. Selesai shalat, Ala' berlutut diikuti oleh pasukannya.Aa berdoa dengan sungguh-sungguh begitu juga pasukannya. Kemudian mereka melihat fatamorgana. Belum selesai Ala berdoa, mereka melihat fatamorgana lagi. Komandan perang berseru, 'Air." Ala' berdiri dikuti oleh pasukannya. Mereka mendekati air itu, lalu minum dan mandi. Matahari belum begitu tinggi, ketika unta-unta datang dari berbagai arah mendekati mereka. Setiap orang menunggang satu unta, sehingga tak satu pun yang berjalan. Setelah minum, mereka merasa puas dan segar kembali, lalu melanjutkan perjalanan.
Pada waktu itu, Munjab bin Rasyid berjalan bersisian dengan Abu Hurairah. Setelah jauh dari tempat itu, Abu Hurairah bertanya kepada Munjab, "Menurutmu, di mana sumber air yang tadi kita pakai?" Munjab menjawab, "Aku orang yang paling mengetahui daerah ini." Abu Hurairah berkata, "Kalau begitu, mari kita kembali sampai kau bisa menunjukkan kepadaku sumber air tersebut." Munjab dan Abu Hurairah kembali ke tempat itu, tetapi keduanya tidak menemukan kolam dan jejak air itu. Munjab berkata kepada Abu Hurairah, "Demi Allah, meski aku tidak melihat kolam air, aku yakin ini tempat kita tadi, dan aku tidak pernah melihat air di tempat ini sebelumnya." Kemudian Abu Hurairah melihat sekeliling, tiba-tiba ada kantong kulit penuh dengan air. Abu Hurairah berkata, "Hai Sahm, demi Allah, inilah tempat itu. Mari kita isi kembali kantong kulit kita, lalu letakkan di tepi lembah." Munjab menimpah, "Ini adalah anugerah dan tanda kekuasaan Allah." Munjab meyakini hal itu, lalu memuji Allah.

Kemudian Ala dan pasukannya melanjutkan perjalanan, hingga tiba di tempat bernama Hijr. Pasukan muslimin berperang dengan orang-orang kafir dan berhasil mengalahkan mereka di sana. Orang-orang kafir melarikan diri ke daratan di seberang laut. Mereka menyeberangi laut dengan menggunakan kapal. Allah mengumpulkan mereka di daratan tersebut. Ala' memerintahkan pasukannya mengejar mereka, dan berkhutbah, 'Allah Yang Maha Agung dan Perkasa telah membuat kalian menghadapi pasukan setan dan perang yang berat pada hari ini. Dia telah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kalian di daratan, agar kalian bisa mengambil pelajaran darinya untuk bisa menyeberangi laut ini. Bangkitlah untuk melawan musuh kalian, perlihatkan kepada mereka bahwa kalian bisa menyeberangi laut meski tanpa kapal, karena Allah juga telah mengumpulkan mereka di daratan tersebut." Pasukannya menjawab, "Kami akan melakukannya, kami tidak akan takut. Demi Allah, kami telah berhasil menaklukkan padang sahara tadi maka kami yakin Allah akan menolong kami untuk menaklukkan lautan itu."

Ala' dan pasukannya melanjutkan perjalanan, sampai tiba di tepi laut. Mereka melintasi laut itu dengan naik kuda, beserta binatang angkutan, sekawanan unta, bagal, dan ada pula yang berjalan kaki. Ala membaca doa, "Wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara Yang Pengasih, Yang Maha Mulia, Yang Maha Bijaksana, tempat berlindung, Yang Maha Hidup, Yang menghidupkan yang mati, Yang Maha hidup lagi Maha menegakkan, dada tuhan selain Engkau, wahai Tuhan kami."
Mereka melintasi laut itu dengan izin Allah seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Laut itu biasanya ditempuh selama sehari semalam dengan naik kapal. Pasukan muslimin sampai ke daratan. Mereka tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, menawan anak-anak, dan mengambil harta rampasan perang. Saat itu, pasukan berkuda kaum muslimin berjumlah 6000 orang dan yang berjalan kaki 2000 orang. Selesai perang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.
'Atiq menyenandungkan syair tentang peristiwa ini:
Tidakkah engkau lihat Allah telah menundukkan laut-Nya
Dan menyerang orang-orang kafir dengan kekuasaan-Nya
Orang yang membelah lautan kembali datang kepada kami
Dengan keajaiban yang lebih mengagumkan daripada membelah lautan
Ala' dan pasukannya pulang dari daratan itu kecuali orang-orang yang ingin tinggal di sana. Di Hijr, ada seorang rahib yang masuk Islam. Rahib itu ditanya, "Apa yang mendorongmu untuk masuk Islam?" Ia menjawab, 'Ada tiga keajaiban pasukan muslimin yang telah aku saksikan, yakni munculnya banyak air di padang yang gersang, terbukanya jalan di lautan, dan doa mereka yang kudengar di udara seperti sihir. Setelah menyaksikannya, aku takut Allah akan memperburuk keadaanku bila aku tidak masuk Islam." Orang-orang bertanya, "Doa apa itu?" Ia menjawab, "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tiada Tuhan selain Engkau, Yang Menciptakan scgala sesuatu yang sebelumnya tidak ada, Yang Maha Kekal dan tidak pernah lengah, Yang Maha Hidup dan tidak akan mati, Yang menciptakan sesuatu yang terlihat dan tak terlihat. Setiap hari ada karena kehendak-Mu. Ya Allah yang mengetahui segala sesuatu tanpa belajar. Aku yakin kekalahan kaum kafir adalah kehendak dan perintah Allah." Sahabat-sahabat Rasulullah Saw mendengarkan doa yang diungkapkan seorang rahib dari Hijr itu.

Kisah Abdullah ibn Zaid ibn Amr al-Jarmiy



Beliau bernama Abdullah ibn Zaid ibn Amr al-Jarmiy, salah seorang terkemuka ahli ibadah dan sangat zuhud di antara penduduk Basrah Irak. Beliau seorang yang sangat alim dalam masalah peradilan dan hukum-hukum syari’at. Di saat hidup banyak orang berharap kepadanya untuk memangku jabatan hakim, namun ternyata beliau justru kabur dari Basrah ke wilayah Syam (sekarang Siria), menetap di sana hingga beliau meninggal. Beliau termasuk salah seorang perawi hadits yang sangat dipercaya, wafat tahun 104 H pada masa pemerintahan Yazid ibn Abdul Malik.

Ibn Hibban dalam kitab ats-Tsiqat meriwayatkan tentang siapa Ibn Abi Qilabah dengan sanadnya dari al-Auza’i, dari Abdullah ibn Muhammad, berkata:

“Saya (Abdullah) adalah seorang yang dijadikan pengawas di wilayah perbatasan Mesir. Suatu hari aku keluar rumah ke daerah pesisir pantai untuk memeriksa wilayah tersebut. Hingga ketika aku sampai di suatu tempat lapangan luas berpasir aku mendapati sebuah kemah, di dalamnya seorang laki-laki yang telah lumpuh, kedua kaki dan tangannya tidak lagi dapat digerakkan, penglihatannya telah buta, dan pendengarannya sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Bahkan seluruh anggota badannya sudah tidak ada yang dapat ia pergunakan, kecuali hanya lidahnya saja yang ia pergunakan untuk berkata-kata. Dalam keadaan seperti itu dari mulut orang tersebut aku mendengar kalimat dzikir, ia mengucapkan:

اللّهُمّ أوْزِعْنِيْ أنْ أحْمَدَكَ حَمْدًا أكَافِئُ بهِ شُكْرَ نِعْمَتِكَ الّتِيْ أنْعَمْتَ بِهَا عَلَيَّ وَفَضَّلْتَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمّنْ خَلَقْتَ تَفْضِيْلاً

“Ya Allah jadikanlah aku seorang yang selalu memuji-Mu dengan pujian yang dapat menjadikannya sebagai syukurku atas nikmat-Mu yang telah engkau karuniakan kepadaku, dan atas nikmat-Mu bahwa Engkau telah menjadikanku memiliki keutamaan lebih di atas kebanyakan orang-orang yang telah Engkau ciptakan”.

Al-Awza’i berkata: Abdullah berkata: “Demi Allah saya akan mendatangi orang itu, dan pasti akan saya tanyakan kepadanya dari manakah ia mendapatkan kalimat-kalimat dzikir tersebut, apakah yang ia ucapkannya tersebut? Apakah hanya pemahaman belaka, ataukah memang ia seorang yang berilmu, ataukah mungkin ia telah mendapatkan ilham?”.

Kemudian aku mendatangi orang tersebut. Setelah mengucapkan salam, aku berkata kepadanya: “Aku mendengarmu berkata: “Ya Allah jadikanlah aku seorang yang selalu memuji-Mu dengan pujian yang dapat menjadikannya sebagai syukurku atas nikmat-Mu yang telah engkau karuniakan kepadaku, dan atas nikmat-Mu bahwa Engkau telah menjadikanku memiliki keutamaan lebih di atas kebanyakan orang-orang yang telah Engkau ciptakan”, Lalu apakah nikmat Allah yang telah engkau raih hingga engkau mengucapkan kalimat-kalimat tersebut? Serta apakah keutamaan yang telah engkau raih dari-Nya hingga engkau patut mensyukurinya?”

Ia menjawab: “Apakah engkau melihat apa yang telah dikehendaki oleh Allah terhadap diriku ini? Demi Allah seandainya Dia mengirimkan api dari langit untuk membakar diriku, atau memerintahkan gunung-gunung menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan lautan untuk menenggelamkanku, atau memerintahkan bumi untuk menelan ragaku, tidak akan menembahkan semua itu pada diriku kecuali aku akan bertambah syukur kepada-Nya atas nikmat lidah yang telah ia karuniakan kepada diriku. Hanya saja kerena kebetulan engkau mendatangiku maka aku memiliki permintaan dari dirimu, seperti yang engkau lihat sendiri keadaanku ini, aku sudah tidak dapat berbuat suatu apapun bagi diriku sendiri, sesungguhnya aku memiliki seorang anak yang selalu menemuiku di waktu shalatku, dialah yang me-wudlu-kanku, jika aku lapar dialah yang memberikan makanan kepadaku, jika aku haus dialah yang memberikan minum kepadaku, sudah semenjak tiga hari ini aku kehilangan dia, maka jika engkau sudi carilah putraku tersebut, -semoga rahmat Allah tercurah bagi dirimu?”.

Aku berkata: “Demi Allah, tidak ada seorang yang menunaikan kebutuhan saudaranya yang lebih besar pahalanya dari pada apa bila ada orang yang menunaikan kebutuhan orang seperti dirimu ini, aku pasti akan mencarikannya bagi dirimu”.

Kemudian aku mencari anak orang tersebut. Dan belum lagi aku terlalu jauh dari kemahnya hingga aku sampai ke suatu tempat di antara dua bukit pasir, aku mendapati anak yang dimaksud telah meninggal karena dimangsa binatang buas dan telah memakan daging tubuhnya. Dalam hatiku yang dipenuhi kegundahan aku berkata: “Apakah aku memiliki kekuatan untuk kembali menghadap kepada orang di dalam kemah tersebut dan menceritakan prihal putranya ini?”.

Ketika aku mulai melangkahkan kaki menuju kemah tiba-tiba terlintas dalam hatiku tentang kisah Nabi Ayyub yang serta-merta hal itu menguatkan langkahku. Setelah sampai di kemah, aku mengucapkan salam kepada orang tersebut, lalu ia menjawab salamku. Ia berkata: “Bukankah engkau temanku tadi?”

Aku menjawab: “benar”.

Ia berkata: “Apa yang telah engkau lakukan terhadap apa yang telah aku pintakan kepadamu?”.

Aku balik bertanya kepadanya: “Menurutmu manakah yang lebih mulia bagi Allah, apakah dirimu ataukah Nabi Ayyub?”.

“Tentu Nabi Ayyub”.

“Bukankah engkau telah mengetahui ujian apa yang telah ditimpakan oleh Allah kepada Nabi Ayyub? Bukankah Nabi Ayyub telah diuji oleh-Nya dengan dibinasakan seluruh hartanya, serta dimatikan seluruh keluarga dan keturunannya?”

“Benar”.

“Bagaimana sikap Nabi Ayyub terhadap Allah dalam menghadapi ujian tersebut?”

“Beliau tetap dalam keadaan sabar, tetap bersyukur kepada-Nya dan terus memuji-Nya”.

“Bukankah engkau juga tahu bahwa ujian Allah tehadap Nabi Ayyub tidak sampai di situ, bahkan seluruh kerabat dan orang-orang yang mencintainya menjadi merasa asing terhadap dirinya hingga mereka menjauhinya?”

Ia berkata: “Benar”.

“Lalu Bagaimana sikap Nabi Ayyub terhadap Allah dalam menghadapi ujian tersebut?”

“Beliau tetap dalam keadaan sabar, tetap bersyukur kepada-Nya dan terus memuji-Nya”.

“Bukankah engkau juga tahu bahwa ujian Allah tehadap Nabi Ayyub tidak sampai di situ, Allah telah berkehendak untuk menjadikan setiap orang yang bertemu dengannya akan mencaci-makinya dan menghinakannya?”

“Benar”.

“Lalu Bagaimana sikap Nabi Ayyub terhadap Allah dalam menghadapi ujian tersebut?”.

“Beliau tetap dalam keadaan sabar, tetap bersyukur kepada-Nya dan terus memuji-Nya”.

Kemudian aku berkata kepadanya: ”Sesungguhnya putramu yang engkau perintahkan kepadaku untuk mencarinya telah wafat, ia telah dimangsa binatang buas hingga tubuhnya telah dimakan oleh bintang buas tersebut. Semoga Allah memberikan pahala yang besar bagimu, dan tetap menjadikanmu seorang yang terus bersabar”.

Ia berkata: ”Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keturunan kepadaku yang tidak melakukan maksiat kepada-Nya hingga ia tidak dibakar oleh neraka-Nya”.

Kalimat ini adalah kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya, kemudian orang tersebut menarik nafasnya satu kali tarikan, dan ternyata ia wafat saat itu juga.

Aku berkata: ”Inna Lillah Wa Inna Ilayhi Raji’un, kali ini aku benar-benar telah mendapatkan musibah besar. Sekarang apa yang hendak aku lakukan terhadap jasad orang ini? Jika ia aku tinggalkan maka ia akan dimangsa binatang buas, dan jika aku tetap berada di sini maka aku tidak dapat melakukan suatu apapun untuk mengurusnya”.

Saat itu, karena menjelang malam, maka kemudian aku menyalakan sebuah lilin yang kebetulan berada di dekat orang tersebut. Lalu aku duduk di samping kepalanya dalam keadaan menangis dan dalam kebingungan.

Saat aku duduk dalam keadaan yang sangat memilukan itu, secara tiba-tiba datang empat orang masuk ke dalam kemah. Mereka berkata: ”Wahai Abdullah, apa yang terjadi pada dirimu? Bagaimana keadaamu? Bagaimana kisahnya bisa terjadi seperti ini?”

Kemudian aku ceritakan kepada mereka prihal diriku dan orang yang ada di hadapan diriku tersebut. Mereka berkata: ”Bukalah penutup wajahnya, mungkin kami mengenal orang ini”. Lalu aku membuka penutup wajah orang tersebut. Tiba-tiba mereka merangkul jasad orang tersebut, mereka menciumi kedua matanya, dan menciumi kedua tanganya. Mereka melakukan itu berulang-ulang. Mereka berkata: ”Demi Allah, inilah mata yang tidak pernah melihat perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah, dan inilah tubuh yang setiap malamnya terus melakukan sujud kepada-Nya di saat seluruh manusia dalam keadaan tertidur pulas”.

Aku berkata: ”Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya bagi kalian, sebenarnya siapakah orang ini?”.

Mereka berkata: ”Ini adalah Abu Qilabah al-Jarmiy, beliau adalah teman sahabat Abdullah ibn Abbas, beliau adalah seorang yang sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.

Di malam itu pula lalu kami memandikannya, menkafaninya, menshalatkannya, dan menguburkannya. Kemudian kami pulang. Empat orang tersebut pulang ke tempat mereka masing-masing, dan aku pulang ke tempatku di wilayah perbatasan. Saat malam mulai larut, aku mendatangi tempat tidurku untuk istirahat, aku rebahkan kepalaku, lalu aku tertidur. Tiba-tiba dalam tidurku aku bermimpi melihat Abu Qilabah sudah berada di dalam taman surga, di atas kepalanya ia mengenakan dua mahkota dari mahkota-mahkota surga, aku mendengarnya mengumandangkan firman Allah:

سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّار (الرعد: 24)
”Balasan keselamatan (surga) bagi kalian terhadap sikap sabar kalian, dan itu (surga) adalah sebaik-baiknya tempat tinggal” (ar-Ra’ad: 24).

Aku berkata kepadanya: ”Bukankah engkau sahabatku tadi?”.

Ia menjawab: ”Benar”.

”Bagaimana engkau mendapatkan segala kenikmatan dan kesenangan ini?”.

Beliau menjawab: ”Sesungguhnya ada beberapa derajat yang sangat tinggi yang tidak dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun, kecuali kepada seorang yang benar-benar bersabar saat ia mendapati musibah dan benar-benar bersyukur saat ia mendapatkan karunia-Nya, disertai dengan rasa takut kepada-Nya; baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak”.

(Diriwayatkan oleh Imam Ibn Hibban dalam Kitab ats-Tsiqat, j. 5, cet. Haidarabad India)

Risalah Hidup *versi guwe




Welcomeback MyMind, Let Share about our life

Pada tulisanku ini q pengen bicara tentang Hidup, q pengen banyak mengulas tentang kehidupan karna sejak dulu diriku emank ya seneng sih berfikir tentang kehidupan, mempelajari kehidupan, sifat2 manusia, pola pikir, gaya hidup, tingkah laku dkk(cocoknya gw masuk jurusan psikolog kali yee.. -_-) tapi semua itu sebenernya cuma iseng2 aje kok gak serius2 amat sampe mendalaminya n ga da salahnya jg kan mengolah sesuatu yang muncul di pikiran kita tentang hidup lalu kita ekspresikan menjadi sebuah catatan hidup ^^v

sueerr sumprit dah!! catatan hidup kaya gini akan sangat berkesan bgt bikin kita senyum-senyum sendiri kalo uda jadi trus kita baca lagi 5-10 taun kedepan..(kira2 gue masih ada umur ga ye? T_T), karna ini menjadi sebuah kenangan tersendiri walau sebatas hanya gores-gores tinta diatas kertas, kita sepertihalnya menatap poto-poto jadul yang uda kriput n jamuran, namun biar gitu membawa kesan tersendiri menghidupkan gairah nostalgila di waktu itu (ceilehh -_-!) cuman bedanya klo di poto kita cuma menatap orang ato objek2 gak jelas nah klo tulisan yg kita tulis ini kita sedang menatap isi pikiran kita di waktu itu.. karna tulisan ini tak kan jadi sim-salabim-mak-jreng gitu aja tanpa hasil dari buah pikiran kita. betul gak pin upin? (btul btul btul)

oke kembali bicara tentang hidup yak

menurut pendapat gw nih, Hidup itu lawannya adalah Mati(dari jamannye engkong moyang jg kek gitu duduL!! -_-), Hidup adalah keberadaan dan mati adalah ketiadaan, menurut ajaran Tuhan yg gw tau keberadaan manusia itu melalui 5 alam ; Alam Ruh, alam Kandungan, Alam Dunia, Alam Kubur dan Alam Akhirat, Sampai saat tulisan ini diterbitkan (sape jg yg mo nerbitin wkwkwk LoL) kita masih berada di alam dunia, yang ternyata sebelumnya kita ude pernah menjalani 2 alam kehidupan yg lain yaitu Ruh dan Kandungan. tapi kok kita kagak inget yakk ??? (@_@) apa karna waktu itu kita kagak ade otaknye? :P
whateverlah, tentang alam keidupan dimasa yg lalu, yang jelas di alam dunia ini asal mulanya hidup kita itu adalah berasal dari sel sperma dan sel telur yg mereka sepakat untuk bertemu memadu kasih di gua yg gelap gulita (xixixiii hus! jgn dibayangin ! ) , dan dimensi ukuran kita pada saat itu amat sangat kicil cekali klo di gambar di buku2 biologi tuh mirip kek hihihi kecebong n ubur2 yg bersatu menjadi sesosok mirip kudalaut (unyu2 yak -___-! )


menurut pendapat atheis bahwa keidupan ini terjadi karna kebetulan doank, its doesnt make a sense! pendapat ini sungguh tidak masuk akal ! (emosi sambil gebrak meja!!!) bagaimana mungkin sesuatu yg berukuran mikron lalu terjadi secara kebetulan membentuk dan berkembang menjadi suatu sosok yg sempurna secara lahir dari ujung rambut sampe ujung kaki yg bisa melaksanakan fungsi2 masing2 organ sesuai dengan keadaan tempat bumi yang kita tinggali ini?? apa ini kebetulan?, bahkan sosok hidup ini sampai bisa membangun rumah dari batu, membuat baju dari daun, bercocok tanam dari hasil bumi, memasak dg api, dan lain sebagainya. bahkan sampai pada taraf kehidupan modern yg sekarang ini, semuanya adalah bahan2 yang telah disediakan dari bumi diolah dg pikiran, dilaksanakan dan dibentuk melalui anggota2 badan dan alat2 ciptaan. gak masuk akal ya toh kalo kehidupan ini hanya dianggap sebagai kebetulan belaka?? (?_?)
Sebuah kejadian-kejadian yang sifatnya sistematis dan kompleks, adanya keteraturan serta adanya keseimbangan tentu semua ini ada yg membuat, ada yg menciptakan, ada yg membuat cetak biru sehingga terciptalah ciptaan ini sesuai dg harapan Sang Pencipta yang hasil ciptaaNya ini berjalan mengikuti cetak biru yang telah Sang Creator rencanakan, peredaran matahari, planet, putaran bumi siang malam, fotosintesis, siklus hujan, dll Sungguh sebuah cetak biru yang dahsyat yang berisi tentang sosok hidup dan sosok yg mendukung hidup. Kesemuanya sangat pas, sangat klop, sebuah tatanan rencana-rencana yg sempurna dari Sang Pencipta. Wonderful Amazing bukan? ^^


Klo ga salah dalam ajaran cina, hidup itu terdiri dari Muda, Tua dan Mati. katanya Bang Haji, hidup masa muda adalah masa yang berapi-api. eh? berapi-api??wkwkwk ther lha lhuu.. emanknye kite lagi kebakaran ape Bang??..bener2 ther.. lha.. lhu.. Bang Haji -__-!, masa muda kan masa yg lutu-unyuk-unyuk (hihihi) masanya main2, disayang ,dimanja, bahkan sampe dijewer (ngek #_#), sebenernye masa muda adalah masa yang sangat indah, karna disaat itu adalah masa dimana banyak cinta, perhatian dan kasih sayang yang berdatangan kepada kita dimana kita slalu ditimang, digendong, dipeluk, dicipok-cipok imut (xixixi co cwit), dan kehadiran kita seringkali membuat orang terseyum, tertawa dan membuat perhatian orang tertuju pada kita apalagi klo pas kita eek sembarang (creeettt..) wkwkwk. X___X!
Bagian-bagian yang penting tentang masa muda adalah kita banyak belajar tentang awal kehidupan awal keberadaan kita tinggal di dunia tentang mengenal orang tua, mengenal Tuhan, berjalan, bicara, menulis, membaca, menghafal, berfikir, bermain, dan lain sebagainya. namun sayang scene2 kenangan yang indah dan mengharukan ini harus banyak kita lupakan dan hilang gitu aja jadi angin kentud seiring dengan perkembangan hidup kita (mungkin karna ukuran otak kita macih ketcil kali yeee jdnya gak banyak inget tentang masa kecil -_-!)

Tik Tok Tik Tok Tik Tok...Waktupun berlalu..

dari hari ke hari taun berganti taun kita menghadapi next step dari masa muda kita yaitu masa yang biasa disebut masa ABG masa dimana kita mulai bermasalah, ato suka bikin masalah, dan parahnya lagi tu.. cari-cari masalah (qiqiqi) , dan dimana pada masa ini kita mulai menyadari sosok lawan jenis kita, sosok pasangan dari sosok kita, mungkin karna ikatan batin yang kuat antara Ayahanda Adham dan Ibunda Hawa di jaman jadul sehingga melahirkan benih2 ikatan rasa ketertarikan, rasa mengagumi, rasa menyukai, juga menyayangi dan bahkan rasa membenci sosok sejenis ato lawan jenis kita yang perihal ini biasa kita sebut dg CINTA dan BENCI (tuing)

"Akuh sukah samah kamuhh..", "Akuh tuh sayang sama kamuh..kamu mau gak jadi pacar akuh", "kamu tuhh ganggu pacar akuh", "kamu celingkuhh" , "kita putus!! (hoekkk byorrrr #muntah darah wkwkwk..) yaa sepeti itulah bagian2 memalukan yang kerap dan pasti terjadi di masa2 ABG kita..setiap scene kehidupan dimasa itu memang selalu banyak dibumbui dg racun-racun asmara (kwekwekkwek) selebihnya adalah tentang berkembanganya pemikiran kita mulai dari cara berfikir untuk bersiasat, berdiskusi, berinteraksi, bersosialisasi bahkan jg pemikiran2 jahat speti mengancam, menganiaya, dll. Di masa ini, diikuti jg berkembangnya lahiriah kita dari imut2 menjadi amit2 -_____-! (klo gue sih tetep imut2 hencem :* )


Tit Tit Tit Tit Tit Tit... Waktupun terus berlalu...

(bunyinye uda gak tik-tok-tik-tok lagi mamen... kan uda era digital mamen..uda kagak jaman jam tik-tok-tik-tok emangnye tukang bakwan ape tik-tok-tik-tok kkkkkkk)
next step dari masa ABG adalah masa gue skrng ini yaintu masa2 transisi menuju ke masa kedewasaan , di masa ini karakter-karakter manusia mulai terbagi-bagi dan terbentuk, racun-racun asmara pun tetap ada dan akan selalu ada meracuni otak dan hati kita ( ya mungkin karna sudah kodrat kli ye :p) tapi yang agak beda adalah kita mulai dituntut untuk bertanggung jawab menentukan arah hidup kita, jalan kita menuju masa depan untuk tampil di kehidupan yg berlika-liku di masa datang..ato bahasa ilmiahnya itu "arep dadi opo kowe???" , banyak berbagai problem timbul di masa ini mulai dari persahabatan, percintaan, perkuliahan, permusuhan dan lain sebagainya yang mana kita pun dituntut untuk segera menyelesaikannya sesuai dg kemampuan yg ada pada kita. q pikir cuma itu aja untuk masa-masa ini.(alesan cz uda capek ngetik T_T) .


untuk next step masa slanjutnya. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

................................................
..............................................
ya blm ada.. kan guwe belon tuwir dudud..macih unyuk-unyuk gini gue.. jadinya blom penah ngalamin tuh masa keidupan tua bangka wkwkwkk..apalagi matek (Makk..ojo sik belon kawin euyy T_T) .


But overall, kita musti harus memahami dan menyadari bahwa kehidupan ini adalah hasil karya cipta Sang Pencipta dan Penguasa, Sang Maha Raja pengatur sgala kehidupan..tanpa campur tangan Sang Pencipta, kehidupan ini tidak akan berjalan.. karna Dia lah yang memiliki, Dia lah yg menciptakan, Dia lah yg mengatur segala sesuatu yg terjadi di setiap perjalanan waktu kehidupan kita. walaupun Dia tak terlihat namun sesungguhnya Dia amat dekat, amat sayang kepada ciptaanNya khususnya manusia yang mana kasih sayang-Nya melebihi kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya(so sweet kan?), karna salah satu Sifat-Nya adalah Sang Maha Penyayang , yang paling penyayang diantara yg amat sangat penyayang. ^_^

So.. walaupun begitu panjangnya dan begitu beratnya sebuah putaran waktu perjalanan hidup, menurutku bagian penting yang musti kita pegang erat-erat adalah:
untuk apa kita diciptakan??
mau apa??
dan akan kemana??

karna segala yang diciptakan pasti ada maksud dan tujuan, tidak mungkin smua ciptaan ini hanya untuk sia-sia belaka kan ? kan?

oke dah capek ngetik See u next episode
keep thinking n writing May Allah bless us