Termenung bersama alam
temani terjaganya pandang yg masih tak kuasa terpejam,
Namun kelam tetaplah datang
meski rembulan dan gemintang tak letihnya menyulutkan benderang di sepanjang petang tuk menceriakan malam,
dan seperti biasa sunyi menenggelamkan kebisingan bersama sepi mengkaramkan keramaian,
Namun disaat sunyi sepi dan kelam, pintu2 ampunan beserta doa2 panjatan justru meriah Engkau bukakan, disaat nyawa2 sejenak engkau matikan,disaat mimpi2 indah melelapkan.
Maha Bijaksana Engkau tiada pernah Engkau sia2kan orang2 yg Kau tanamkan cahaya keimanan, bahkan orang2 yg melalaikan jalan kebenaran, seperti aku dg kebodohanku yg durhaka kepada Engkau terkadang tuk mengikuti hawa nafsu yg melupakan
namun kasih sayang lebih Engkau dahulukan daripada murka Engkau yg membinasakan
sungguh benar Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, seperti yg kerap dan sering Engkau nyatakan dalam kitab yg menjadi pedoman.
Meski pula tekadang kitab pedoman hanya kami jadikan pajangan yang jarang kami sentuh lebih2 kami terjemahkan. Sungguh kami dalam kerugian, seakan siksa neraka tlah terpampang di hadapan.
Padahal Engkau adalah benar, Rasulullah adalah benar, Firman Engkau adalah benar, Malaikat Engkau adalah benar, Takdir Engkau adalah benar, Hari akhir adalah benar,
tapi sungguh banyak kami melengahkan..Mohon Ampun Allah ya Tuhan....
temani terjaganya pandang yg masih tak kuasa terpejam,
Namun kelam tetaplah datang
meski rembulan dan gemintang tak letihnya menyulutkan benderang di sepanjang petang tuk menceriakan malam,
dan seperti biasa sunyi menenggelamkan kebisingan bersama sepi mengkaramkan keramaian,
Namun disaat sunyi sepi dan kelam, pintu2 ampunan beserta doa2 panjatan justru meriah Engkau bukakan, disaat nyawa2 sejenak engkau matikan,disaat mimpi2 indah melelapkan.
Maha Bijaksana Engkau tiada pernah Engkau sia2kan orang2 yg Kau tanamkan cahaya keimanan, bahkan orang2 yg melalaikan jalan kebenaran, seperti aku dg kebodohanku yg durhaka kepada Engkau terkadang tuk mengikuti hawa nafsu yg melupakan
namun kasih sayang lebih Engkau dahulukan daripada murka Engkau yg membinasakan
sungguh benar Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, seperti yg kerap dan sering Engkau nyatakan dalam kitab yg menjadi pedoman.
Meski pula tekadang kitab pedoman hanya kami jadikan pajangan yang jarang kami sentuh lebih2 kami terjemahkan. Sungguh kami dalam kerugian, seakan siksa neraka tlah terpampang di hadapan.
Padahal Engkau adalah benar, Rasulullah adalah benar, Firman Engkau adalah benar, Malaikat Engkau adalah benar, Takdir Engkau adalah benar, Hari akhir adalah benar,
tapi sungguh banyak kami melengahkan..Mohon Ampun Allah ya Tuhan....

No comments:
Post a Comment