bLink
Saturday, August 18, 2012
Yang Cantik Yang Dikejar-Kejar
Yang Cantik yg Dikejar-kejar
Sepertinya ini tulisanku yg pertama setelah bertaun-taun absen nulis (hahalebay :p). Yeaa sebenernya dalam kurun waktu yg lama tu banyak inspiresyen(baca: inspiration) yg masuk di benak daku untuk dijadikan sebuah karya tulis(ceileehh..) tapi karena daku (sok) sibuk jadinya tak sempat tertulis..eh, maksudku terketik. Kerana tak sempat terketik jadinya inspiresyennya terhapus dari ingatan :D (hahagapentingbanget) :p
Oke deh kembali ke keeey..board!!
Permirsa!!!
Pe..pe..mir..mirr..saa!
Ea! Ea! Ea! Eaaa!!!
Wkwkwkwk..
Pemirsa, suka kah anda dg selembar duit Rp.100.000,-(baca: seratus ribu) ??
Orang yg masih waras pasti sukaa kan..?! Bahkan "Tuan Kreb" (yg bukan orang) pun suka lho dg mengekspresikan kesukaannya melalui mata yg seperti ini ($_$) cring.. cring cring.. Hehe..
Sekalipun tu duit dimasukin selokan yg bauk bianget sampe kusut, kisut, kriput pun tetep klo disuruh milih antara tu duit dg duit Rp. 10.000 pasti orang yg (masih) waras milih yg e-nol nya ada lima kan? Kan? Wkwkwk..
Why??
Padahal kan bentuknya uda kriput,kusut, kisut n bauk selokan n uda gak cantik lg?? Tapi why orang tetep akan milih itu..? (lho bukannya judul postingnya yg cantik yg dikejar-kejar?) harusnya kan orang lebih milih yg bentuknya lebih cantik..???
Iya..tapi hakikatnya kecantikan yg seperti apa sih yg selayaknya dan sepatutnya dikejar-kejar??
Dg analogi pemikiran yg menjadikan uang sebagai objeknya..maka nampak bahwa seorang manusia dg sadar dan sangat rasional sebenernya lebih membutuhkan nilai intrinsik (baca: inner beauty) untuk dikejar daripada nilai ekstrinsiknya. Ya meskipun kita tak bisa menyamakan antara manusia dg uang tp pada dasarnya ini adalah analogi pemikiran mendasar yg sama bukan?
Ya kecantikan adalah suatu keindahan yg dibenamkan dalam mata manusia sebagai sesuatu yang diidam-idamkam untuk dinikmati.
Siapa sih yg gak suka hal2 yg dianggap cantik..? Meskipun pengukuran tentang sebuah nilai cantik itu relatif, tetap orang slalu mendambakan hal-hal yg dianggapnya cantik atau bisa dikatakan sudah jadi hukum alam bahwa kecantikan selalu didambakan manusia.
Apakah anda orang yg cantik??
Jika iya mungkin anda sudah banyak dikejar-kejar para lelaki yg ingin memiliki dan menikmati kecantikan anda(pada umumnya bgitu) Namun bila anda tidak dikejar-kejar lelaki.. its doesnt mean that u are ugly, anda masih memiliki nilai intrinsik inner beauty yg seperti saya katakan diatas bahwa hal ini lebih dibutuhkan ato lebih dikejar-kejar seorang pria(baik) daripada hanya sekedar mengejar cantik wajahnya(nilai ekstrinsik). Karna pria baik tentu lebih mengejar kecantikan hati(baca:kebaikan) daripada sekedar mengejar kecantikan fisikly.
Namun jg tak bisa dipungkiri bahwa kecantikan fisikly adalah godaan terberat bagi kaum adam.. godaan berat yg membuat lelaki tergoda untuk mengejar kecantikan tersebut.. Itu sebabnya sudah sewajarnya lelaki slalu dapat gelar sperti Mata Keranjang, Hidung belang, Buaya darat, Keong racun, Kucing garong dll..(hadeeehh what a shame,.. -.-')
Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa lelaki yg mengejar-ngejar kecantikan hati seorang wanita adalah lelaki hebat yg mampu menaklukan godaan terberat karna dia mampu mengoptimalkan kemampuan rasionalitas akalnya untuk berfikir sehat yg akhirnya menaklukkan kemampuan dorongan napsunya.(yah tapi mank jarang bgt sih ada lelaki bgini xxixixi)
Kalo anda bertanya pada saya, pilih mana antara wanita cantik tp buruk hatinya dengan wanita tak cantik tp bagus hatinya ??
Tentu karna saya masih waras saya akan menjawab dengan memilih wanita cantik yg bagus hatinya..(wkwkwkkwkw :p)
Yah kapanpun dimanapun kecantikan akan selalu dikejar-kejar.. Akan selalu didamba-dambakan..
Anda pengen dikejar-kejar?? Jadilah pencopet pasti anda akan dikejar-kejar massa wkwkwk.. xD
Maksudku jadilah pencopet hati..dengan Ramah kepada sesama manusia, Pengertian, Perhatian, Kasih-Sayang, Tidak sombong, Tidak Cuek, Mulia perbuatannya Mulia hatinya.. Dll.. Dg begitu anda sudah mempercantik hati tanpa kosmetik tanpa operasi plastik dan yg pastinya akan dikejar-kejar pria baik.
Sekian postingan saya yg acak kadut ini.. Maaf bila ada yg tersinggung hehe..
-wassalam-
SEBUAH KISAH TANDA HUKUMAN TUHAN
TANDA HUKUMAN TUHAN
Di zaman Nabi Syuaib, seorang pria datang ke hadapan Nabi, "Tuhan telah menyaksikan semua dosa yang aku lakukan. Namun karena kemurahanNya, Ia masih juga belum Menghukumku."
Nabi Syuaib berkata "Katakan pada orang itu: Engkau merasa Tuhan belum menghukummu padahal sebaliknya."Tuhan telah menghukum tetapi kau tak menyadarinya. Kau berkelana di tengah rimba tanpa tujuan. Tangan dan kakimu terikat. Kau tak lain hanyalah wajan yang penuh dengan karat. "Bila api mengenai wajan yang masih bersih, jelaganya terlihat seketika. Tapi dengan wajan yang permukaannya amat hitam seperti milikmu, siapa yang mampu melihat betapa tebalnya jelaga itu??
"Ketika kau berhenti mengingat-Nya, lapisan karat itu bergerak menuju jiwamu. "Bila kau menulis di atas sehelai kertas, tulisan itu akan mudah terbaca. Namun bila kertas itu kau remas berulang kali, apa yang kau tulis akan sulit untuk kau baca.Tenggelamkan dirimu dalam larutan pembersih karat. Hapus jelaga itu seluruhnya." Setelah Syuaib mengutarakan semua ini, saat itu pula mawar bermekaran di hati pria itu. Tapi ia masih bertanya, "Aku masih ingin tahu satu tanda bahwa Dia benar-benar telah menghukumku."
Nabi Syuaib, berkata, "Aku takkan menyingkapkan rahasiamu, tapi Aku akan tunjukkan sehingga kau mengerti. "Dalam hidupmu, kau telah banyak beramal salih. Kau sering berpuasa dan salat malam. Tapi kau belum merasakan nikmatnya semua itu. Kau memiliki banyak buah, namun tak ada yang rasanya manis. Tanpa cita rasa dan benih kenikmatan, sebiji epal takkan tumbuh menjadi pohon yang penuh dengan buah.
Begitu pula dengan ibadahmu, ibadah tanpa rasa kenikmatan tak lebih dari sekadar khayalan...."
KISAH ABUL WAFA' (Sebuah Nama Pemberian dari Rasulullah Shallahu ‘Alaih Wa ‘Alaa Alih Wa Sallam)
KISAH ABUL WAFA' (Sebuah Nama Pemberian dari Rasulullah Shallahu ‘Alaih Wa ‘Alaa Alih Wa Sallam)
Ada seorang lelaki yang akan menunaikan ibadah haji. Temannya datang dan berpesan, “Tolong sampaikan salamku kepada Al Musthafa Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam. Katakan kepada beliau bahwa Fulan bin Fulan minta syafaat di hari kiamat.”
Lelaki itu menyanggupi permintaan temannya. Setelah tiba saatnya, lelaki itu berangkat haji dan ziarah ke makam Nabi. Selesai ziarah ia dan rombongannya kembali ke Mekah. Setelah menempuh satu hari perjalanan, ia teringat pesan temannya. “Aku akan kembali ke Madinah. Ada pekerjaan yang belum kuselesaikan,” kata si lelaki. “Bagaimana kau ini?! Ini adalah kafilah yang besar. Jika kau kembali ke Madinah, kau tidak akan mendapat rombongan seperti ini lagi.” Kata mereka. “Aku tahu itu. Tolong jaga barang-barangku,” pinta si lelaki. Mereka akhirnya mengiyakan. Lelaki itu kemudian kembali ke Madinah seorang diri.
Sesampainya di Makam Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam, ia segera menyampaikan pesan sahabatnya. Setelah menunaikan amanahnya, ia mulai memikirkan cara untuk menyusul rombongan nya. “Adakah kafilah yang akan berangkat menuju Mekah?” si lelaki mencari tahu. “Mungkin dua hari lagi akan ada kafilah yang berangkat ke Mekah,” jawab penduduk Madinah. Ia kemudian bermalam di Madinah. Dalam tidurnya ia mimpi bertemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam, “Hai lelaki, siapa namamu?” Tanya Rasulullah “Namaku Abul Khair..” “Tidak, nama mu adalah Abul Wafa’ (Orang Yang Menepati Janji). Telah kau tinggalkan Madinah, tapi kau kembali lagi untuk menyampaikan pesan temanmu. Tugas telah kau tunaikan, sekarang, apakah kau hendak pergi ke Mekah?” “Benar, Ya Rasulullah. Kafilahku telah berangkat.
Dan dua hari lagi baru ada kafilah lain yang berangkat ke Mekah.” Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam lalu mendorong tubuh si lelaki. Ia terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat Ka’bah di depan matanya. Delapan hari kemudian kafilahnya baru datang dari Madinah. Setiap kebaikan pasti di balas kebaikan. Abul Khair memperoleh karunia ini karena menunaikan amanah temannya.
Allah memperlihatkan perbuatan baik Abul Wafa’ kepada Nabi Nya Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam. Beliau selalu mengawasi amal umatnya. Allah mewahyukan, yang maksudnya: “Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan menyaksikan perbuatan kalian.” (At Taubah 9:105)
**Sumber Kisah dan Hikmah Dalam Kalam Habib Muhammad Bin Hadi Assegaf hal 132-134
Ada seorang lelaki yang akan menunaikan ibadah haji. Temannya datang dan berpesan, “Tolong sampaikan salamku kepada Al Musthafa Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam. Katakan kepada beliau bahwa Fulan bin Fulan minta syafaat di hari kiamat.”
Lelaki itu menyanggupi permintaan temannya. Setelah tiba saatnya, lelaki itu berangkat haji dan ziarah ke makam Nabi. Selesai ziarah ia dan rombongannya kembali ke Mekah. Setelah menempuh satu hari perjalanan, ia teringat pesan temannya. “Aku akan kembali ke Madinah. Ada pekerjaan yang belum kuselesaikan,” kata si lelaki. “Bagaimana kau ini?! Ini adalah kafilah yang besar. Jika kau kembali ke Madinah, kau tidak akan mendapat rombongan seperti ini lagi.” Kata mereka. “Aku tahu itu. Tolong jaga barang-barangku,” pinta si lelaki. Mereka akhirnya mengiyakan. Lelaki itu kemudian kembali ke Madinah seorang diri.
Sesampainya di Makam Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam, ia segera menyampaikan pesan sahabatnya. Setelah menunaikan amanahnya, ia mulai memikirkan cara untuk menyusul rombongan nya. “Adakah kafilah yang akan berangkat menuju Mekah?” si lelaki mencari tahu. “Mungkin dua hari lagi akan ada kafilah yang berangkat ke Mekah,” jawab penduduk Madinah. Ia kemudian bermalam di Madinah. Dalam tidurnya ia mimpi bertemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam, “Hai lelaki, siapa namamu?” Tanya Rasulullah “Namaku Abul Khair..” “Tidak, nama mu adalah Abul Wafa’ (Orang Yang Menepati Janji). Telah kau tinggalkan Madinah, tapi kau kembali lagi untuk menyampaikan pesan temanmu. Tugas telah kau tunaikan, sekarang, apakah kau hendak pergi ke Mekah?” “Benar, Ya Rasulullah. Kafilahku telah berangkat.
Dan dua hari lagi baru ada kafilah lain yang berangkat ke Mekah.” Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam lalu mendorong tubuh si lelaki. Ia terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat Ka’bah di depan matanya. Delapan hari kemudian kafilahnya baru datang dari Madinah. Setiap kebaikan pasti di balas kebaikan. Abul Khair memperoleh karunia ini karena menunaikan amanah temannya.
Allah memperlihatkan perbuatan baik Abul Wafa’ kepada Nabi Nya Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam. Beliau selalu mengawasi amal umatnya. Allah mewahyukan, yang maksudnya: “Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan menyaksikan perbuatan kalian.” (At Taubah 9:105)
**Sumber Kisah dan Hikmah Dalam Kalam Habib Muhammad Bin Hadi Assegaf hal 132-134
- KISAH SEORANG WANITA PEMBENCI RASULULLAH SAW - gakuatbacanyapengenanges T_T
- KISAH SEORANG WANITA PEMBENCI RASULULLAH SAW - gakuatbacanyapengenanges T_T
Tersebutlah seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.
“Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya.
Suatu saat dia berkata pada laki-laki tersebut, “Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.
Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.” “Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya,” wanita itu melanjutkan dengan kesal. “Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran.
Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!” Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah.”
Pada saat laki-laki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?” Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati. “Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”
“Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu. Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.“
Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat. Betapa agungnya pribadi beliau.
Tersebutlah seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.
“Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya.
Suatu saat dia berkata pada laki-laki tersebut, “Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.
Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.” “Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya,” wanita itu melanjutkan dengan kesal. “Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran.
Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!” Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah.”
Pada saat laki-laki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?” Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati. “Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”
“Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu. Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.“
Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat. Betapa agungnya pribadi beliau.
Thursday, August 16, 2012
KISAH RASULULLAH Shallallahu alaihi wasalam dg PENGEMIS YAHUDI BUTA (T_T)
KISAH RASULULLAH Shallallahu alaihi wasalam dg PENGEMIS YAHUDI BUTA (T_T)
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya"
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha.
Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan",
Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya,
si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?".
Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa".
"Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu.
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan pada ku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
-Bila Tlah sampai Cinta Kepada aku-
“”Allah ya Tuhanku... Belumlah aku sampai kepada Cinta kpd-Mu,
Karna bila tlah sampai cinta kepada aku, Bergulirnya waktu kan habis berlalu dalam sujud2 kepada-Mu, karna hidupku hanya tuk tertuju kembali kepada-Mu
Karna bila tlah sampai cinta kepada aku, di dalam telingaku lantun firman-Mu kan lebih Indah nan syahdu, karna syair nada2 yg paling megah nan merdu tak lagi kuasa menarik hatiku
Karna bila tlah sampai cinta kepada aku, segala tentang dunia kan jadi buta di relung kalbu ,karna qalbiku dalam kesibukan slalu mengingat kepada-Mu
Karna bila tlah sampai cinta kepada aku, maka tiada lagi yg kan mampu mengganggu kekhusyu'an rakaat2ku, karna akal dan nafsu tlah tunduk berserah menghadap kepada-Mu
Karna bila tlah sampai cinta kepada aku, tiada lagi banyak tawa yang menganga mewarnai hidupku, karna jiwa raga kan slalu waspada akan siksa dan murka-Mu
Mungkin belum saatnya rasa yang begitu dahsyat itu hinggap di lubuk sanubariku,
karna masih waktuku habis terkuras dalam hiruk pikuk dunia dan segala urusan2nya,
karna masih hatiku tertarik syair nada2 yang lebih banyak bersemayam nyaman di telinga,
karna masih qalbiku tebuai dalam keindahan dunia hingga terkadang lupa berdzikir kepada-Nya,
karna masih kekhusyu’an sembahyangku terusik segala kepenatan dan kepekatan akan dunia,
karna masih jiwa dan ragaku berada dalam ketakjuban dunia daripada waspada akan siksa dan murka-Nya.
Cinta... , memang mudah lidah mengucapnya... memang ringan jemari menulisnya.....memang gampang mengumbarnya sebagai kata,
namun cinta tak mudah, tak ringan dan tak gampang hinggap dalam dada yang kemudian menjelma sebagai pembuktian rasa. “”
- SEBUAH KISAH BERPRASANGKA BAIK KEPADA TUHAN - *baguz bgt nehh wajib dibaca hoho..
- SEBUAH KISAH BERPRASANGKA BAIK KEPADA TUHAN - *baguz bgt nehh wajib dibaca hoho..
Suatu hari, seorang raja yg hobinya berburu bersama penasihatnya yg bijak beserta para pengawalnya pergi ke hutan untuk berburu kijang. Namun pada saat berburu, terjadi sebuah kecelakaan. Ternyata sang penasihat secara tdk sengaja menembakkan anak panahnya ke arah sang raja sehingga jari kelingking raja tersebut terputus. Sang penasihat meminta maaf dan berkata, “Tuanku,INILAH HAL TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUK ANDA”. Seketika itu pula sang raja murka dan sang penasihat dipenjarakan. Sang penasihat pun berkata pada dirinya sendiri, “INILAH HAL TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUK SAYA”.
Setelah beberapa lama, sang raja berkeinginan untuk kembali pergi berburu, namun kali ini tanpa penasihatnya karena dia dipenjarakan olehnya, lalu hanya ditemani para pengawalnya saja. Tetapi sungguh malang raja ini ketika berburu mereka bertemu dgn segerombolan manusia kanibal. Raja dan pengikutnya ditangkap dan ditawan untuk dijadikan makanan.
Satu per satu pengikut raja mati sebagai makanan manusia kanibal, raja semakin tegang karena tinggal dia sendiri yg masih selamat. Setelah saatnya tiba giliran dia disantap, ternyata sang raja dibebaskan. Karena ternyata manusia kanibal ini mempunyai kriteria untuk menjadikan manusia sebagai makanan, yakni manusia tersebut tdk boleh cacat. Betapa leganya ia karena tdk jadi mati dan dibebaskan.
Ia baru sadar, bahwa sekarang terbukti benarlah yg dikatakan oleh penasihatnya bahwa yg terjadi padanya (pada waktu dia terputus jarinya) ADALAH YANG TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUKNYA dan sekarang telah mendapatkan kebaikan yg melebihi fikiran yg DULU DIA BERBURUK SANGKA ATAS MUSIBAH yg dia alami.
Kemudian sang raja kembali menuju kerajaan dan menceritakan kejadian yg ia alami kpd sang penasihat. Raja berkata, “
”. Kemudian keduanya tersenyum lebar
^__^
"Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku tentang Aku. Dan Aku bersamamu jika memohon kepada-Ku." (HadistQudsy)
Suatu hari, seorang raja yg hobinya berburu bersama penasihatnya yg bijak beserta para pengawalnya pergi ke hutan untuk berburu kijang. Namun pada saat berburu, terjadi sebuah kecelakaan. Ternyata sang penasihat secara tdk sengaja menembakkan anak panahnya ke arah sang raja sehingga jari kelingking raja tersebut terputus. Sang penasihat meminta maaf dan berkata, “Tuanku,INILAH HAL TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUK ANDA”. Seketika itu pula sang raja murka dan sang penasihat dipenjarakan. Sang penasihat pun berkata pada dirinya sendiri, “INILAH HAL TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUK SAYA”.
Setelah beberapa lama, sang raja berkeinginan untuk kembali pergi berburu, namun kali ini tanpa penasihatnya karena dia dipenjarakan olehnya, lalu hanya ditemani para pengawalnya saja. Tetapi sungguh malang raja ini ketika berburu mereka bertemu dgn segerombolan manusia kanibal. Raja dan pengikutnya ditangkap dan ditawan untuk dijadikan makanan.
Satu per satu pengikut raja mati sebagai makanan manusia kanibal, raja semakin tegang karena tinggal dia sendiri yg masih selamat. Setelah saatnya tiba giliran dia disantap, ternyata sang raja dibebaskan. Karena ternyata manusia kanibal ini mempunyai kriteria untuk menjadikan manusia sebagai makanan, yakni manusia tersebut tdk boleh cacat. Betapa leganya ia karena tdk jadi mati dan dibebaskan.
Ia baru sadar, bahwa sekarang terbukti benarlah yg dikatakan oleh penasihatnya bahwa yg terjadi padanya (pada waktu dia terputus jarinya) ADALAH YANG TERBAIK YANG ALLAH BERIKAN UNTUKNYA dan sekarang telah mendapatkan kebaikan yg melebihi fikiran yg DULU DIA BERBURUK SANGKA ATAS MUSIBAH yg dia alami.
Kemudian sang raja kembali menuju kerajaan dan menceritakan kejadian yg ia alami kpd sang penasihat. Raja berkata, “
"Sungguh, jikalau tidak kelingkingku terkena panahmu, maka
aku sudah menjadi santapan manusia kanibal itu”. lantas sang penasihat pun
berkata, “sungguh, jikalau tdk aku dipenjarakan olehmu dan aku ikut berburu
bersamamu, maka aku sudah menjadi santapan manusia kanibal itu
"Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku tentang Aku. Dan Aku bersamamu jika memohon kepada-Ku." (HadistQudsy)
"Sebuah Kisah Antara Allah dan Sang Kekasih"
"Antara Allah dan Sang Kekasih"
Seorang perawan desa sedang pergi untuk menemui kekasihnya. Ia melewati seorang yang sedang melakukan shalat. Karena tidak tahu, ia berjalan di depan org itu adalah suatu hal yang dilarang oleh agama. org itu sangat marah, hingga ketika gadis itu kembali lewat di dekatnya, ia memarahinya.
Ia berkata. “Alangkah berdosanya, hai gadis muda, berjalan di depanku ketik a aku sedang shalat.!!“
Gadis itu berkata, “Apa artinya shalat?“
Dijawab, “Aku sedang memikirkan Allah, Tuhan langit dan bumi.“
Gadis itu berkata, “Maafkan aku, aku belum tahu Allah dan shalat bagi-Nya, tetapi tadi aku sedang berjalan menuju kekasihku dan memikirkan kekasihku, hingga aku tak melihatmu sedang shalat. Aku heran bagaimana anda yang sedang memikirkan Allah dapat melihatku?“
Perkataan gadis itu sangat berkesan pada org itu hingga ia berkata, “Sejak saat ini, hai gadis, engkau adalah guruku. Akulah yang harus belajar darimu.” _____________________________________________________________________________>>>>>>> si gadis itu memeberikan pelajaran yg sangad berharga pada orang yg shalat itu tentang arti sebuah KEKASIH, Tiada hal yg paling berarti dalam hidup ini kecuali seorang kekasih.. karna hanya kekasih sejati yg selalu ada untuk kita, yg selalu bersama kita, yg selalu membahagiakan kita, yg selalu merindukan kita, yg selalu mencintai kita ketika seseorang memikirkan kekasihnya
maka tiada hal lain yg bisa mengganggu alam sadarnya kecuali tentang sang kekasihnya semata sebagaimana halnya si gadis itu yg sedang mencari n memikirkan kekasihnya.. tiada hal lain yg diingat kecuali kekasihnya, tiada hal lain yg dilihat kecuali tentang kekasihnya sampai2 ada orang shalat dia tak melihatnya dikarenakan hati dan pikirannya dipenuhi dengan SANG KEKASIH bagi orang yg mencintai TUHAN,
maka hanya Tuhan lah satu2nya SANG KEKASIH SEJATI.. karna DIA sANG MAHA KASIH.. LEBIH AGUNG KASIHNYA MELEBIHI KASIHNYA SEORANG IBU PADA ANAKNYA.. maka orang yg shalat itu berani berkata "hai gadis sekarang kaulah guruku" karna si gadis itu memberikan pengajaran bahwasanya ketika shalat sesungguhnya seseorang sedang berhadap2an dg SANG KEKASIH..
maka sudah selayaknya lah dia tak memikirkan hal lain lagi kecuali tentang SANG MAHA KASIH, sudah sepatutnyalah dia tak melihat hal lain lagi kecuali hal tentang SANG KEKASIH, tapi kenapa org yg shalat itu td masih sibuk melihat orang yg lewat didepannya padahal dia SEDANG BERJUMPA DENGAN KEKASIH YANG MAHA KASIH
Ia berkata. “Alangkah berdosanya, hai gadis muda, berjalan di depanku ketik a aku sedang shalat.!!“
Gadis itu berkata, “Apa artinya shalat?“
Dijawab, “Aku sedang memikirkan Allah, Tuhan langit dan bumi.“
Gadis itu berkata, “Maafkan aku, aku belum tahu Allah dan shalat bagi-Nya, tetapi tadi aku sedang berjalan menuju kekasihku dan memikirkan kekasihku, hingga aku tak melihatmu sedang shalat. Aku heran bagaimana anda yang sedang memikirkan Allah dapat melihatku?“
Perkataan gadis itu sangat berkesan pada org itu hingga ia berkata, “Sejak saat ini, hai gadis, engkau adalah guruku. Akulah yang harus belajar darimu.” _____________________________________________________________________________>>>>>>> si gadis itu memeberikan pelajaran yg sangad berharga pada orang yg shalat itu tentang arti sebuah KEKASIH, Tiada hal yg paling berarti dalam hidup ini kecuali seorang kekasih.. karna hanya kekasih sejati yg selalu ada untuk kita, yg selalu bersama kita, yg selalu membahagiakan kita, yg selalu merindukan kita, yg selalu mencintai kita ketika seseorang memikirkan kekasihnya
maka tiada hal lain yg bisa mengganggu alam sadarnya kecuali tentang sang kekasihnya semata sebagaimana halnya si gadis itu yg sedang mencari n memikirkan kekasihnya.. tiada hal lain yg diingat kecuali kekasihnya, tiada hal lain yg dilihat kecuali tentang kekasihnya sampai2 ada orang shalat dia tak melihatnya dikarenakan hati dan pikirannya dipenuhi dengan SANG KEKASIH bagi orang yg mencintai TUHAN,
maka hanya Tuhan lah satu2nya SANG KEKASIH SEJATI.. karna DIA sANG MAHA KASIH.. LEBIH AGUNG KASIHNYA MELEBIHI KASIHNYA SEORANG IBU PADA ANAKNYA.. maka orang yg shalat itu berani berkata "hai gadis sekarang kaulah guruku" karna si gadis itu memberikan pengajaran bahwasanya ketika shalat sesungguhnya seseorang sedang berhadap2an dg SANG KEKASIH..
maka sudah selayaknya lah dia tak memikirkan hal lain lagi kecuali tentang SANG MAHA KASIH, sudah sepatutnyalah dia tak melihat hal lain lagi kecuali hal tentang SANG KEKASIH, tapi kenapa org yg shalat itu td masih sibuk melihat orang yg lewat didepannya padahal dia SEDANG BERJUMPA DENGAN KEKASIH YANG MAHA KASIH
Tuesday, August 14, 2012
Kisah Syuraih al-Qadhi tentang Istrinya
Diriwayatkan bahwa Syuraih al-Qadhi bertemu dengan
asy-Sya'bi pada suatu hari, lalu asy-Sya'bi bertanya
kepadanya tentang keadaannya di rumahnya.
Ia
menjawab: "Selama 20 tahun aku tidak melihat sesuatu yang membuatku marah terhadap isteriku. "
Asy-Sya'bi bertanya, "Bagaimana itu terjadi?"
Syuraih
menjawab, "Sejak malam pertama aku bersua dengan isteriku, aku melihat padanya
kecantikan yang menggoda dan kecantikan
yang langka.
Aku berkata pada diriku: ‘Aku akan bersuci dan
shalat dua rakaat sebagai tanda syukur kepada Allah.
Ketika aku salam, aku mendapati isteriku ada di
belakangku ikut menunaikan shalat dengan shalatku
dan salam dengan salamku. Maka ketika rumahku telah sepi dari para Sahabat dan
rekan-rekan, aku berdiri menuju kepadanya. Aku
ulurkan tanganku keubun-ubunnya,
maka dia berkata,
'Perlahan, wahai Abu Umayyah, seperti keadaanmu
semula.'
Kemudian isteriku berkata, "Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya dan
memohon pertolongan kepada-Nya. Semoga
shalawat dan salam atas Muhammad dan
keluarganya. Sesungguhnya aku adalah wanita
asing yang tidak mengetahui akhlakmu, maka
jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai sehingga aku akan melakukannya dan apa yang
tidak engkau sukai sehingga aku
meninggalkannya."
Dia lalu mengatakan, 'Bisa jadi dahulu ada perempuan yang ingin menikah denganmu dan
begitu juga aku, ada laki-laki yang ingin
menikah denganku. Namun Allah telah
menggariskan pertemuan ini. Engkau telah
berkuasa penuh terhadap diriku, maka
lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Apabila ada kebaikan dalam
pernikahan ini maka pertahankanlah hubungan
ini dengan cara yang baik dan bila ada
keburukan sehingga harus berpisah maka
ceraikanlah dengan cara yang baik pula. Aku
ucapkan sampai di sini saja, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untukmu .'
Syuraih berkata,
"Demi Allah wahai asy-Sya'bi, ia membuatku terpaksa
berkhutbah di tempat tersebut. Aku katakan, 'Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya
dan memohon pertolongan kepada-Nya. Semoga
shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Sesungguhnya engkau mengatakan suatu pembicaraan
yang bila engkau teguh di atasnya, maka itu menjadi
keberuntunganmu, dan jika engkau meninggalkannya,
maka itu menjadi hujjah (keburukan) atasmu. Aku
menyukai demikian dan demikian, dan tidak menyukai
demikian dan demikian. Bila ada kebaikan mari kita laksanakan, bila ada keburukan mari kita singkirkan.’
Ia bertanya, 'Bagaimana pandanganmu dalam
mengunjungi keluargaku?'
Aku menjawab, 'Aku tidak
ingin membuat bosan mertuaku.' Ia bertanya, 'Siapa yang engkau sukai dari para
tetanggamu untuk masuk ke rumahmu sehingga aku
akan mengizinkannya, dan siapa yang tidak engkau
sukai sehingga aku tidak mengizinkannya masuk?'
Aku
mengatakan, 'Bani fulan adalah kaum yang shalih, dan
Bani fulan adalah kaum yang buruk.'"
Syuraih berkata, "Wahai Sya’bi pada malam itu kami menikmati malam pertama, hati berbunga-
bunga penuh dengan bahagia dan senang. Aku
hidup bersamanya selama setahun dan aku
tidak melihat melainkan sesuatu yang aku sukai. Hingga di penghujung tahun ketika aku pulang dari
majelis Qadha' (peradilan), tiba-tiba ada seorang wanita
tua di dalam rumahku.
Aku bertanya, 'Siapa dia?'
Isteriku menjawab, 'Dia adalah ipar perempuanmu.'
Aku senang bertemu dengannya. Ketika saya duduk berhadapan dengan iparku, dia
mengucapkan salam dan akupun menjawabnya.
Saya
bertanya, ‘Siapa anda?’
Ia menjawab, ‘Saya ipar
perempuanmu.’
Saya berkata, ‘Semoga Allah
mengakrabkanmu dengan kami?’
Lalu bertanya kepadaku, 'Bagaimana pendapatmu
tentang isterimu?'
Aku menjawab, 'Dia adalah sebaik-
baik isteri.'
Ia berkata, 'Wahai Abu Umayyah, sungguh tidak ada kondisi yang paling buruk bagi wanita kecuali dalam
dua keadaan, ketika melahirkan anak atau
ketika mendapatkan perhatian yang lebih dari
suaminya. Sehingga bila kamu meragukan
isterimu maka hendaklah kamu ambil cambuk.
Demi Allah, tidak ada perkara yang paling buruk bagi seorang laki-laki kecuali masuknya wanita
yang manja ke dalam rumahnya. Oleh karena
itu, hukumlah dengan hukuman yang engkau
suka, dan didiklah dengan didikan yang engkau
suka.'
Saya berkata, ‘Tenanglah wahai ibu, sungguh aku
telah mendidik dan mengajari beberapa adab dengan
baik dan aku melatihnya untuk hidup secara baik.’
Ia lalu berkata, ‘Apakah senang bila para kerabat
isterimu berkunjung kerumahmu?’
Saya menjawab,
‘Silahkan berkunjung kapan saja.’
Syuraih berkata, ‘Kerabat isteriku datang setiap
penghujung tahun dan memberi nasehat seperti itu. Aku tinggal bersama isteriku selama 20 tahun,
dan aku tidak pernah menghukumnya mengenai
sesuatu pun, kecuali sekali, dan aku merasa
telah menzhaliminya.”
Demikianlah sebuah kisah yang terdapat di Ahkaamun
Nisaa', lbnul Jauzi (hal. 134-135) dan Ahkaamul Qur-an,
lbnul 'Arabi (I/417).
---Smoga mengispirasi mu wahai calon2 istri ahli
syurga :))--
asy-Sya'bi pada suatu hari, lalu asy-Sya'bi bertanya
kepadanya tentang keadaannya di rumahnya.
Ia
menjawab: "Selama 20 tahun aku tidak melihat sesuatu yang membuatku marah terhadap isteriku. "
Asy-Sya'bi bertanya, "Bagaimana itu terjadi?"
Syuraih
menjawab, "Sejak malam pertama aku bersua dengan isteriku, aku melihat padanya
kecantikan yang menggoda dan kecantikan
yang langka.
Aku berkata pada diriku: ‘Aku akan bersuci dan
shalat dua rakaat sebagai tanda syukur kepada Allah.
Ketika aku salam, aku mendapati isteriku ada di
belakangku ikut menunaikan shalat dengan shalatku
dan salam dengan salamku. Maka ketika rumahku telah sepi dari para Sahabat dan
rekan-rekan, aku berdiri menuju kepadanya. Aku
ulurkan tanganku keubun-ubunnya,
maka dia berkata,
'Perlahan, wahai Abu Umayyah, seperti keadaanmu
semula.'
Kemudian isteriku berkata, "Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya dan
memohon pertolongan kepada-Nya. Semoga
shalawat dan salam atas Muhammad dan
keluarganya. Sesungguhnya aku adalah wanita
asing yang tidak mengetahui akhlakmu, maka
jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai sehingga aku akan melakukannya dan apa yang
tidak engkau sukai sehingga aku
meninggalkannya."
Dia lalu mengatakan, 'Bisa jadi dahulu ada perempuan yang ingin menikah denganmu dan
begitu juga aku, ada laki-laki yang ingin
menikah denganku. Namun Allah telah
menggariskan pertemuan ini. Engkau telah
berkuasa penuh terhadap diriku, maka
lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Apabila ada kebaikan dalam
pernikahan ini maka pertahankanlah hubungan
ini dengan cara yang baik dan bila ada
keburukan sehingga harus berpisah maka
ceraikanlah dengan cara yang baik pula. Aku
ucapkan sampai di sini saja, dan aku memohon ampun kepada Allah untukku dan untukmu .'
Syuraih berkata,
"Demi Allah wahai asy-Sya'bi, ia membuatku terpaksa
berkhutbah di tempat tersebut. Aku katakan, 'Segala puji bagi Allah. Aku memuji-Nya
dan memohon pertolongan kepada-Nya. Semoga
shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. Sesungguhnya engkau mengatakan suatu pembicaraan
yang bila engkau teguh di atasnya, maka itu menjadi
keberuntunganmu, dan jika engkau meninggalkannya,
maka itu menjadi hujjah (keburukan) atasmu. Aku
menyukai demikian dan demikian, dan tidak menyukai
demikian dan demikian. Bila ada kebaikan mari kita laksanakan, bila ada keburukan mari kita singkirkan.’
Ia bertanya, 'Bagaimana pandanganmu dalam
mengunjungi keluargaku?'
Aku menjawab, 'Aku tidak
ingin membuat bosan mertuaku.' Ia bertanya, 'Siapa yang engkau sukai dari para
tetanggamu untuk masuk ke rumahmu sehingga aku
akan mengizinkannya, dan siapa yang tidak engkau
sukai sehingga aku tidak mengizinkannya masuk?'
Aku
mengatakan, 'Bani fulan adalah kaum yang shalih, dan
Bani fulan adalah kaum yang buruk.'"
Syuraih berkata, "Wahai Sya’bi pada malam itu kami menikmati malam pertama, hati berbunga-
bunga penuh dengan bahagia dan senang. Aku
hidup bersamanya selama setahun dan aku
tidak melihat melainkan sesuatu yang aku sukai. Hingga di penghujung tahun ketika aku pulang dari
majelis Qadha' (peradilan), tiba-tiba ada seorang wanita
tua di dalam rumahku.
Aku bertanya, 'Siapa dia?'
Isteriku menjawab, 'Dia adalah ipar perempuanmu.'
Aku senang bertemu dengannya. Ketika saya duduk berhadapan dengan iparku, dia
mengucapkan salam dan akupun menjawabnya.
Saya
bertanya, ‘Siapa anda?’
Ia menjawab, ‘Saya ipar
perempuanmu.’
Saya berkata, ‘Semoga Allah
mengakrabkanmu dengan kami?’
Lalu bertanya kepadaku, 'Bagaimana pendapatmu
tentang isterimu?'
Aku menjawab, 'Dia adalah sebaik-
baik isteri.'
Ia berkata, 'Wahai Abu Umayyah, sungguh tidak ada kondisi yang paling buruk bagi wanita kecuali dalam
dua keadaan, ketika melahirkan anak atau
ketika mendapatkan perhatian yang lebih dari
suaminya. Sehingga bila kamu meragukan
isterimu maka hendaklah kamu ambil cambuk.
Demi Allah, tidak ada perkara yang paling buruk bagi seorang laki-laki kecuali masuknya wanita
yang manja ke dalam rumahnya. Oleh karena
itu, hukumlah dengan hukuman yang engkau
suka, dan didiklah dengan didikan yang engkau
suka.'
Saya berkata, ‘Tenanglah wahai ibu, sungguh aku
telah mendidik dan mengajari beberapa adab dengan
baik dan aku melatihnya untuk hidup secara baik.’
Ia lalu berkata, ‘Apakah senang bila para kerabat
isterimu berkunjung kerumahmu?’
Saya menjawab,
‘Silahkan berkunjung kapan saja.’
Syuraih berkata, ‘Kerabat isteriku datang setiap
penghujung tahun dan memberi nasehat seperti itu. Aku tinggal bersama isteriku selama 20 tahun,
dan aku tidak pernah menghukumnya mengenai
sesuatu pun, kecuali sekali, dan aku merasa
telah menzhaliminya.”
Demikianlah sebuah kisah yang terdapat di Ahkaamun
Nisaa', lbnul Jauzi (hal. 134-135) dan Ahkaamul Qur-an,
lbnul 'Arabi (I/417).
---Smoga mengispirasi mu wahai calon2 istri ahli
syurga :))--
Subscribe to:
Comments (Atom)







